Aseman RTRW Net

Om Suastiastu,

Semoga kami temui anda dalam keadaan sehat walafiat selalu

Kami dari Admin RtRw Net Aseman ingin menawarkan kepada anda akses internet dengan biaya murah dengan kecepatan maksimum, bagi anda yang belum mempunyai akses internet di rumah, atau di kantor anda atau sudah mempunyai tapi kurang begitu memuaskan  maka kami solusinya

Kami memberikan akses internet Full unlimited tanpa batas quota selama 24jam sehari.Anda bisa download, chating, fb , game online, e-mail dll ,sepuasnya tanpa batas.

Untuk informasi lebih lanjut hub di no berikut :

tlp : ( 0361 ) 8943031 / 081999084499

Iklan

Dari Usaha Potong Babi hingga Krupuk Babi ​

 Dari Usaha Potong Babi hingga Krupuk Babi
Abiansemal, selasa (11/04) Bali tidak hanya terkenal dengan Pariwisata lewat Upacara,adat dan budayanya tetapi dari sisi kuliner juga sangat terkenal, selain sate matic, babi guling, ayam betutu satu lagi adalah krupuk kulit babi.
Sebut saja, Bu Wina atau nama lengkapnya Made Suarniti ibu dari dua orang anak serta istri dari Made Subawa yang berasal dari Br.Aseman, Abiansemal ini telah lama menggeluti usaha pembuatan krupuk dari kulit babi. Berawal dari jualan daging babi sewaktu masih belum berkeluarga hingga buka usaha potong babi bersama suaminya. Karena ada kesibukan lain akhirnya usaha potong babi diserahkan pada suaminya Made Subawa alias Pak Wina. Berkat didikan dari kakaknya yang saat ini sudah almarhum yang telah begitu banyak memberikan pengalaman dalam usaha pembuatan krupuk babi akhirnya memutuskan untuk membuka usaha pembuatan krupuk babi di rumahnya yang beralamat di Jl.Leko I no.2 Abiansemal.
Krupuk yang dibuat umumnya dari kulit babi yang lemaknya dihilangkan, namun krupuk buatannya sedikit berbeda, kulit samsam atau dikenal dengan kulit yang sebagian ada dagingnya dipotong antara 5 sampai 10 cm lalu di goreng dengan minyak panas yang pastinya tanpa bahan penyedap, dengan kondisi setengah matang dianggkat lalu ditiriskan selama beberapa jam, bahkan sampai sehari setelah itu digoreng lagi hingga matang. Krupuk ini terasa renyah dan gurih apalagi ditemani nasi dengan menu pendamping lainnya.
Bu Wina menuturkan, “ Selain dijual dipasar ada juga teman, saudara bahkan banyak pesanan dari luar kota semisal dari kota jakarta”. “Astungkara cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai anak sekolah”. imbuhnya.
Perbekel Abiansemal, IB Bisma Wiratma SH ditemui ditempat terpisah ketika diminta pendapatnya mengatakan,”Merasa salut dan berbangga serta mengapresiasi semangat warga Abiansemal dalam hal peningkatan kualitas perekonomian, khususnya dalam hal usaha-usaha keluarga yang dapat mendatangkan pendapatan untuk kesejahteraan warga itu sendiri”. “KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) dibentuk guna menginformasikan segala sesuastu yang berkaitan dengan potensi yang ada di Desa Abiansemal, maka lewat KIM diharapkan sebagai jembatan penghubung serta sebagai media promosi untuk membantu kemajuan perekonomian di Desa Abiansemal”. pungkasnya.
(008/KIMABS)

Napak Pertiwi, Bingkai Tradisi dalam Pelestarian Adat Seni dan Budaya ​

Abiansemal-Dalam kehidupan beragama di masyakat kita di Abiansemal, tidak akan pernah lepas dari seni dan budaya. Hal ini implementasikan dalam rangkaian upacara Melaspas Pura Taman Mesir di Br.Aseman,Desa Abiansemal jumat (09/03) malam digelar Prosesi Napak Pertiwi Ida Betara Ratu Mas Alit yang berstana di Pura Taman Mesir.
Napak Pertiwi dalam hal ini kaitannya dengan “Ngelawang”, lawang artinya jalan keluar dengan fungsi dan tujuannya untuk menyucikan lawang agar dapat memudahkan, mengarahkan pikiran serta prilaku kita dalam menjalani kehidupan di masyarakat dan mengindahkan alam lingkungan, sehingga dapat memberikan pancaran kedamaian dan kesucian.
Prosesi Napak Pertiwi ini dikemas dalam bentuk seni , dimana Ida Betara Ratu Gede serta Ida Betara Ratu Lingsir tedun (turun) melakukan prosesi mesolah (menari) seperti tarian arja. Sama hal dengan tarian arja Napak Pertiwi ini diiringi alunan gamelan oleh sekehe gong Putra Dharma Kanti. Prosesi ini digelar dijaba pura didepan pintu masuk dan keluar baca; lawang( candi bentar) Pura Taman Mesir.
Ketut Nadi selaku Jero Mangku di Pura Taman Mesir didampingi Putu Widiawan selaku kelian adat Br.Aseman, serta Ketut Sudarya salah seorang pengayah yang ikut (munut) menarikan Ida Betara Ratu Gede menuturkan, “dalam prosesi napak pertiwi ini kita tidak hanya disuguhkan oleh tembang-tembang yang penuh sarat makna dengan diriingi alunan gamelan hingga memunculkan harmonisasi yang indah di dengar, tetapi didalamnya mengandung makna bahwa seni dapat memperhalus jiwa dan bhatin kita didalam menjalani kehidupan agar selalu sabar dan tetap tersenyum.”
Ditempat yang sama IB Bisma Wiratma SH selaku Perbekel Abiansemal, yang ikut mendampingi sekehe gong Putra Dharma mengatakan, “tradisi warisan leluhur ini mesti tetap kita jaga kelestariannya bersama, apa lagi dijaman saat ini banyak informasi yang ada di masyarakat yang belum tentu kebenarannya, yang dapat memecah belah kerukunan hidup kita di masyarakat Abiansemal”. “ Maka lewat prosesi Napak Pertiwi yang selalu rutin digelar pada setiap upacara yang berskala besar, diharapkan menjadi bingkai tradisi seni,adat dan budaya didalam menjaga kerukunan hidup kita sebagai masyarakat Abiansemal.” pungkasnya.
(008/kim)

Upacara Ngaben Ni Wyn Bunter ( Men Bender)

Meninggal tgl 23 April 2017 , Upacara Ngaben

Wraspati,paing medangsia 27 April 2017, Setra Desa Adat Abiansemal.

Om Suastiastu, semoga semua  berbahagia.IMG_0730

Titiang sakeluarga matur suksma ping banget majeng ring manggala adat lan dinas Br.Aseman, lan Bp Kades Abiansemal, semeton  titiang sami  wargi Br.Aseman, tur sane tiosan sane nenten prasida sambatin titiang iriki, sane sampun prasida nyarengin muputin pekaryan upacara ngaben titiang medue rerame,sane sampun prasida memargi antar tur labda karya.

Ngangganing sakaluarga titiang nunas pangampura ping banget riantukan iwang titiang matur, malaksna majeng ring ida-dane semeton titiang sareng sami, domugi titiang sane medue rerama polih genah sane becik tur sareng sami ngamolihan kerahayuan.

IMG_1930

 

 

 

Juniantari Wakili Abiansemal Diajang Jegeg Bagus Badung 2018

Abiansemal
Potensi dan bakat yang ada di Desa Abiansemal sangatlah banyak, terutamanya datang dari kalangan pemuda dan pemudi Desa Abiansemal. Seperti halnya Putri terbaik Desa Abiansemal yang saat ini mewakili Kecamatan Abiansemal mengikuti ajang bergengsi yang ada di Kabupaten Badung yaitu pemilihin Jegeg Bagus Badung tahun 2018. Saat ini pemilihan Jegeg Bagus sudah memasuki tahap 10 besar.
Ni Made Juniantari  atau sering di sapa Dek Juni kelahiran Abiansemal, 21 Juni 1998 yang beralamat di Banjar Aseman Desa Abiansemal adalah Putri kebanggan Desa Abiansemal yang saat ini berjuang membawa nama Desa dan Kecamatan Abiansemal di ajang pemilihan Jegeg Bagus Badung tahun 2018.
Dek Juni saat ini sedang menempuh pendidikan SI Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Udayana, dari kecil sudah banyak prestasi yang di raihnya seperti prestasi Juara 2 Lomba Pidato Hari Anak Nasional Kabupaten Badung 2012, Juara 2 Lomba Pidato Genre Kabupaten Badung 2015, Juara 1 Lomba Pidato Lingkungan hidup tahun 2012, Jegeg AN 2016, Runner Up 1 Jegeg FISIP 2017, Jegeg Kecamatan Abiansemal 2017, dan sekarang sedang mengikuti pemilihan 10 besar Jegeg Bagus Badung 2018.
Gadis manis yang punya hobi membaca, mendengarkan musik, nonton film mengungkapkan “Mengikuti berbagai bidang perlombaan selalu menjadi tantangan tersendiri bagi saya sekaligus menjadi media bagi saya untuk mengembangkan kemampuan diri dan membanggakan orangtua juga keluarga. Terpilihnya saya sebagai Jegeg Kecamatan Abiansemal yang sebelumnya telah menjadi perwakilan Jegeg Desa Abiansemal memberi saya tanggung jawab baru untuk berjuang demi nama Desa dan Kecamatan tercinta saya, Abiansemal.”
(014/KIMABS) erik

Suasana Pura Saat Kajeng Kliwon Di Banjar Aseman Desa Abiansemal, Serasa Seperti Galungan

 

Kajeng kliwon merupakan rangkaian dari hari suci agama hindu yang datang setiap 15 hari sekali berdasarkan pertemuan Tri Wara dan Panca Wara. Dimana di hari suci ini umat Hindu sedharma melakukan persembahyangan di sanggah atau Pura.
Namun ada suasana sedikit berbeda di Banjar Aseman Desa Abiansemal dimana hari suci kajeng kliwon terasa seperti hari raya Galungan, dikarenakan pada hari suci Kajeng Kliwon tepat di sore hari, ibu-ibu PKK Banjar dengan mengenakan pakaian adat Bali bersama sama melakukan persembahyangan di pura  pura setempat sambil menghaturkan soda (sesajen). Dan saat malam warga Banjar dan Pemuda Pemudi satu persatu datang ke pura guna melakukan persembahyangan.
Menurut jero mangku selaku penglingsir di Banjar Aseman “kegiatan ini rutin di lakukan setiap rahina Kajeng Kliwon dan tradisi ini sudah di lakukan semenjak berdirinya pura pura yang ada di Banjar Aseman, terkecuali Banjar cuntaka atau ada sebel banjar. Hal ini di lakukan guna memohon keselamatan dan menjaga keharmonisan di Banjar Aseman”.
Ida Bagus Bisma Wiratma selaku prebekel Desa Abiansemal membenarkan akan hal ini dan diharapkan generasi berikutnya bisa tetap menjaga warisan dan tradisi yang ada di Banjar Aseman, serta guna melestarikan adat, seni dan budaya yang ada.
(014/KIMABS) eriana.

TUMPEK LANDEP: SELARASKAN HATI,TAJAMKAN PIKIRAN

Abiansemal,
Bulan maret bulan penuh berkah dimana 4 hari raya besar Hindu menghiasi kalender Bali, mulai dari hari raya Nyepi, Saraswati, Pagerwesi dan di penghujung bulan ini merupakan hari raya Tumpek Landep.
Seperti saat ini sabtu (31/03) tepatnya saniscara kliwon wuku landep dalam kalender bali, merupakan hari raya tumpek landep, dimana Tumpek Landep berasal dari kata Tumpek yang  berarti Tampek atau dekat dan Landep yang berarti Tajam. Jadi dalam arti sebenenarnya Tumpek Landep merupakan tonggak penajaman, citta, budhi dan manah (pikiran). dimana pada hari ini umat hindu melakukan puji syukur atas berkah yang telah diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Ida Bhatara Sang Hyang Siwa Pasupati.
Kesibukan umat sudah mulai terasa sehari menjelang hari tumpek landep, mulai dari persiapan banten upakara sampai urusan servis dan cuci-mencuci bagi yang memiliki kendaraan baik mobil atau motor.
Namun menurut Ketut Nadi selaku jero mangku di pura dalem desa  disela-sela kesibukannya ngayah di pura menuturkan, “ Saat ini masyarakat masih memaknai tumpek landep sebagai upacara untuk motor,mobil serta peralatan kerja dari besi namun sesungguhnya tumpek landep itu sendiri harusnya lebih menitikberatkan agar umat selalu ingat untuk mengasah budhi citta serta menajamkan pikiran (manah), yang disimbolkan dengan senjata keris pada saat digelarnya upacara tumpek landep”. “Dengan menyelaraskan hati dan pikiran (manah) yang tajam diharapkan umat dapat memerangi kegelapan atau kebodohan sehingga dapat menekan perilaku buthakala yang ada dalam diri hingga terciptanya kedamaian”. imbuhnya.
Disisi lain, yan erik yang memiliki usaha cuci motor, menjelang hari raya tumpek landep memberikan berkah tersendiri baginya. “Tidak seperti hari-hari biasa, jelang hari raya tumpek landep, dari pagi hingga petang dia masih sibuk melayani pelanggannya,lumayan untuk hari ini”. ujarnya.
Saat dihubungi ditempat terpisah, Perbekel Abiansemal IB Bisma Wiratama menyampaikan,” Selamat Hari Raya Nyepi th baru caka 1940 kepada umat sedarma, dan  selamat melaksanakan upacara Tumpek Landep”. “Semoga dengan serangkaian banyaknya upacara dibulan ini tidak menjadi beban namun dengan hati yang selaras dan tulus berbekal pikiran yang baik menjadi berkah bagi kesejahteraan dan kedamaian warga masyarakat Desa Abiansemal”. imbuhnya. (008/KIMABS)

Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa hadiri Upacara Melaspas dan Peresmian Pura Taman Mesir

Abiansemal-Bupati Badung yang diwakilkan oleh Bapak Ketut Suiasa Rabu (07/03) meresmikan Pura Taman Mesir di Br.Aseman,Desa Abiansemal. Peresmian ini dirangkaikan dengan pecaruan dan Upacara Melaspas.

Pura Taman Mesir merupakan sebuah tempat suci pada umumnya, yang terletak di wilayah Br.Aseman,dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab warga Br.Aseman,Desa Abiansemal.

Bertepatan dengan Piodalan Ida Ratu Mas Alit yang berstana di Pura Taman Mesir dilaksanakan Upacara Pemlaspasan, sekaligus acara peresmian Pura Taman Mesir yang rencananya dihadiri oleh Bapak Bupati Badung, namun karena ada tugas lain maka beliau diwakilkan oleh Bapak Ketut Suiasa. Pada kesempatan tersebut turut dihadiri pula, Anggota DPRD Badung Bapak Md Ponda Wirawan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan I Bagus Alit Sucipta, Camat Abiansemal ,Perbekel Abiansemal IB Bhisma Wiratma SH serta Kelian Adat dan Dinas seDesa Abiansemal.

Disambut oleh Perbekel Abiansemal, IB Bisma Wiratma SH, Md Nada Sariada selaku Kelian Dinas Br.Aseman,Putu Widiawan selaku Kelian Banjar, penglisir Puri serta Penglingsir dari Jero Aseman dan seluruh masyarakat Br.Aseman,Abiansemal.

Upacara Melaspas serta peresmian ini dilaksanakan, sehubungan dengan rampungnya semua bangunan pelinggih yang ada, sebagai tindak lanjut dari dana hibah yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Badung untuk pembangunan semua Pelinggih yang ada di Pura Taman Mesir.

Dalam sambutannya, Bapak Wakil Bupati Badung menyampaikan apresiasi, karena dapat meresmikan dan menghadiri Upacara Melaspas Pura Taman Mesir ini. Menurutnya ini merupakan wujud dari konsep Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana guna meringankan beban masyarakat terutamanya krama banjar. Komitmen ini dilakukan sebagai upaya pelestarian seni,adat,budaya dan agama sekaligus sebagai pengaplikasian Tri Hita Karana didalam kehidupan beragama di masyarakat Desa Abiansemal.

Pada kesempatan yang sama IB Bisma Wiratma SH selaku Perbekel Abiansemal didampingi oleh Putu Widiawan Kelian Adat Br.Aseman, Md Nada Sariada Kelian Dinas serta Ketut Sudarya selaku Panitia Karya, menyatakan, “ Atas nama krama Adat Desa Abiansemal khususnya krama Br.Aseman, mengucapkan banyak terimakasih pada Pemerintah Daerah Kabupaten Badung yang telah membantu membiayai pembangunan yang telah menghabiskan dana sebesar 2.1 miliar, hingga kondisi Pura seperti terlihat saat ini begitu megah dan indah dengan didukung oleh suasana yang alami.”
(008/KIMABS)