Aseman RTRW Net

Om Suastiastu,

Semoga kami temui anda dalam keadaan sehat walafiat selalu

Kami dari Admin RtRw Net Aseman ingin menawarkan kepada anda akses internet dengan biaya murah dengan kecepatan maksimum, bagi anda yang belum mempunyai akses internet di rumah, atau di kantor anda atau sudah mempunyai tapi kurang begitu memuaskan  maka kami solusinya

Kami memberikan akses internet Full unlimited tanpa batas quota selama 24jam sehari.Anda bisa download, chating, fb , game online, e-mail dll ,sepuasnya tanpa batas.

Untuk informasi lebih lanjut hub di no berikut :

tlp : ( 0361 ) 8943031 / 081999084499

Advertisements

Melasti ring Segara Seseh ( Piodalan Ngenteg Linggih Ida Ratu Begawan Penyarikan )

Weraspati pon ,5 Oktober 2017

Om Suastiastu, dumogi sami pada kenak lan rahayu.

Melanjutkan rangkaian dari Upacara Piodalan Ngenteg Linggih Ida Ratu Begawan Penyarikan, setelah 3 hari yang lalu dilaksanakan Upacara Tawur Weraspati Kalpa Agung, Mendem Pedagingan lan Mendak Siwi .

Maka saat ini dilanjutkan dengan Melasti ring Segara Seseh, cuaca pagi memang agak mendung dan sempat turun hujan, warga sudah berkumpul sejak pukul 06.30 hingga semua persiapan dirasa sudah maka acara melasti berangkat dari lokasi sekitar pukul 07.30. sebelumnya sarana upakara sudah berangkat dari awal  menuju lokasi di Segara Seseh.

Sekitar pukul 08.45 pagi, Ida Ratu Begawan Penyarikan serta Ida Ratu Mas Alit sudah sampai di lokasi pantai seseh, karena persiapan banten upakara sudah siap serta begitu juga Ida Ratu Peranda Istri ring Gria Kajeng br.keraman yang akan muput upacara melasti sudah dilokasi maka Upacara Melasti segera dilaksanakan. Tujuan dari Upacara Melasti ini adalah Melebur segala macam kekotoran pikiran, perkataan dan perbuatan, serta memperoleh air suci (angemet tirta amerta) untuk kehidupan yang pelaksanaannya dapat dilakukan di laut, danau, dan pada sumber / mata air yang disucikan.

 

Diawali dengan prosesi melis, yaitu mensucikan semua sarana upacara yang akan dihaturkan nanti, diikuti dengan prosesi lainnya, selanjutnya dilaksanakan persembahyangan memohon kehadapan Beliau Ida Betara Baruna agar Upacara Piodalan Ngenteg Linggih Ida Ratu Begawan Penyarikan dapat berjalan baik serta membuang semua kekotoran pikiran,perbuatan dan mengambil sarining merta.

Berakhirnya persembahyangan mengakhiri prosesi Upacara Melasti ini, sebelum bertolak, Ida Betara Ratu Begawan Penyarikan serta Ida Ratu Mas Alit di iring menuju segara untuk melakukan prosesi penyucian serta mengambil Tirta Segara. selanjutnya bertolak menuju ke Pura .

 

Semua proses dalam Upacara melasti ini berjalan baik sesuai yang kita harapkan walaupun sebelumnya  sempat hujan tapi tidak mengurangi semangat warga  dalam mengikuti prosesi ini. Sesampai di Pura disambut dengan tarian rejang dewa serta rejang renteng, oleh anak2 putri serta ibu-ibu pkk, hingga semua prosesi pada hari ini selesai.

 

 

 

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan untuk saat ini, rangkaian Upacara berikutnya adalah Puncak Karya atau Adhining Karya  yang akan dilaksanakan 2 hari lagi, yaitu tanggal 7 Oktober 2017. semoga info ini  dapat bermanfaat untuk semeton. Jika terdapat penjelasan  yang kurang lengkap atau kurang tepat. Mohon dikoreksi bersama. Suksma

Om Shanti Shanti Shanti Om

doc@asemanabs2017
kontributor ;
sei dokumentasi ( kt.mustika,nym gunastra,wy.gendra, nym surama)

berikut sepintas video dan gambarnya,

 

 

 

Tawur Weraspati Kalpa Agung, Mendem Pedagingan lan Mendak Siwi (Karya Ngenteg Linggih Ida Ratu Begawan Penyarikan )

Soma,Kliwon uku wariga  2 Oktober 2017

Om Suastiastu, dumogi sami pada kenak lan rahayu.

Setelah kemarin dilaksanakan Upacara Memben Tawur maka hari ini tepatnya Soma kliwon , Senin 2 oktober 2017, dilanjutkan dengan Upacara Tawur Weraspati Agung.  Sejak pagi warga sudah berdatangan untuk mengikuti prosesi ini. Hari ini akan dilaksanakan 2 prosesi yaitu Tawur Weraspati Agung, Mendem Pedagingan lan Mendak Siwi

Tawur juga  mengandung arti mengembalikan atau membayar, kita selaku manusia selalu mengambil sumber-sumber alam untuk mempertahankan hidup. Perilaku mengambil perlu diimbangi dengan perbuatan memberi, yaitu berupa persembahan yang tulus ikhlas. Ini berarti, Tawur Agung  bermakna memotivasi keseimbangan jiwa.

Tawur juga sama dengan Caru , menurut penuturan  Jero Mangku Restu , Upacara ini dalam skala besar menembus alam lebih tinggi, luas dan lebih dalam serta waktu magis aura terbangun lebih lama. Contoh ayam ukud/ eka satu waktu magisnya satu tahun, ayam lima/ panca sata magisnya lima tahun, sedang Tawur harin ini  tawur mesanak jangkep penyerang/ dikwidik mekuluk bang bungkem nika sampun magisnya satu generasi( 30 th) bang =merah, bungkem = hitam artinya habis tawur harapan kita semua habis gelap terbitlah terang, siap menyongsong kesucian hidup menuju jagathita, dimana kita semua berkarakter manusia sejati( selalu berprilaku kasih) untuk menyongsong turunya para dewa(cahaya illahi) yaitu kita akan bisa saling memuliakan. Sesungguhnya akhir dari segala kehidupan adalah Realisasi Diri menyatu dgn real Tuhan.

Ini masih penuturan jero mangku, bahwa prosesi Tawur diawali dengan  Baya Kaon mengandung makna menetralisir segala bahaya, selanjut nya Durmangala( menetralisir bencana), Prayascitta (menetralisir kekotoran pikiran), Pengulapan untuk memperkuat iman/tekad suci, baru dilaksanakan  Pecaruan ,Caru ( sansekerta car artinya cantik, indah harmonis)

Kalau di dalam diri Siwa bersemayam di jantung, Buddha bersemayam di hati, Bhujangga bersemayam di sekujur tubuh, kalau diilmiahkan Siwa mempermudah hidup, Buddha mengarahkan hidup dan Bhujangga memperindah hidup. Sehingga nanti tujuan meyadnya adalah pencapaian Hidup Mudah, Terarah dan Indah.

 

Dalam prosesi ini juga dilaksanakan prosesi Mepurwadaksina.Mapurwa Daksina adalah prosesi ritual untuk mengelilingi atau mengitari sebanyak tiga kali dari arah timur ke selatan yang dalam pengider  bhuwana  disebutkan artinya dalam bahasa Kawi:

  • purwa = timur,
  • daksina = selatan,

Jadi mapurwa daksina merupakan bagian dari ritual dengan berjalan melingkar dari arah timur ke selatan atau dari kiri ke kanan sesuai dengan arah jarum jam sebanyak tiga kali (simbol tri kona : utpti, stiti, pralina) sambil menyanyikan kidung-kidung suci sebagai simbol “peningkatan status” dalam suatu upacara. atau Makna dari mepurwa daksina adalah sebagai simbul meningkatkan status dari Atman (roh) , atau merupakan suatu proses penyucian dari Atman akan menuju sumberNya yaitu Sang Hyang Paramaatma.

Upacara Tawur ini kepuput oleh 4 Sulinggih,  yaitu Ida Panditha Siwa, Buddha, dan Bhujangga. Yang muput dalam Upacara Tawur ini adalah Ida Pedanda Gria Jadi ( tabanan ), Ida Pedanda Gria Tegeh (banjar-banjaran) Jero Gede Sibang Kaja, Ratu eranda Istri Gria Agung serta Pemangku Khayangan Tiga dan dibantu serati banten lan pengayah lainnya.

Pada saat bersamaan berlangsungnya prosesi Tawur , ditampilkan beberapa wali yang diiringi tetabuhan dari sekehe gong beserta sekehe Shanti  dari Br.Keraman ,Abiansemal, kami selaku warga Br.Adat Aseman menghaturkan banyak-banyak terimakasih telah ikut membantu ngayah dalam berlangsungnya prosesi Tawur ini.

Tetabuhan selonding dari putra-putra seni  terbaik dari Br.Aseman, tarian topeng serta wayang lemah.

Ada sesuatu yang menarik dalam prosesi ini, karena ditampilkan juga tarian Rejang Dewa dari putri-putri cantik serta tarian rejang renteng dari ibu-ibu PKK  Br.Aseman,

serta yang tak kalah menariknya, dari sekian pekan telah berlatih untuk persiapan dalam Upacara Piodalan Ngenteg Linggih Ida Ratu Begawan Penyarikan, yaitu ditampilkan  tarian wali  Baris Gede, yang beberapa penarinya berasal dari sekehe truna dan bapak-bapak pengele, semua tarian  wali  ini ditampilkan seiring berlangsungnya prosesi Tawur.

Setelah Tarian  Topeng Sidakarya ditampilkan menandakan berakhirnya semua prosesi Upacara Tawur ini, serta dilanjutkan dengan persembahyangan bersama.

Mengakhiri persembahyangan sesudah semua warga nunas tirta lan wija, juga diadakan tabuh rah, untuk melengkapi prosesi Tawur ini.

Upacara Tawur Weraspati Agung terlaksana dengan baik dan lancar berkat doa kita bersama selaku warga pengempon Pura Ratu Begawan Penyarikan serta kerjasama yang baik antara pihak panitia karya serta semua warga. Dan didukung juga dari pihak Dinas Kesehatan Pemkab Badung dengan team KBS nya juga ikut membantu warga dari sisi kesehatannya.

Dalam Upacara Tawur ini dihadiri oleh perwakilan dari Bp.Bupati Badung diwakilkan oleh Bpk Kadis Kebudayaan Pemkab Badung  IB. Anom Bhasma, serta dari Dprd Badung di wakilkan oleh Bp.Md Ponda Wirawan beserta Perangkat Desa Adat Abiansemal.

Berakhkirnya prosesi Tawur, akan dilanjutkan dengan Upacara Mendak Siwi, prosesi ini masih merupakan rangkaian dari Upacara Melaspas Mendem Pedagingan,Ngenteg Linggih Pedudusan Alit ,Tawur Weraspati Kalpa Agung Ida Ratu Begawan Penyarikan. Upacara ini dipusatkan di pertigaan ( marga tiga ) tepatnya di depan Balai Banjar – Banjaran Desa Adat Abiansemal.

 

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan untuk saat ini, rangkaian Upacara berikutnya adalah Melasti ke Segara Seseh yang akan dilaksanakan 3 hari lagi, yaitu tanggal 5 Oktober 2017. semoga info ini  dapat bermanfaat untuk semeton. Jika terdapat penjelasan  yang kurang lengkap atau kurang tepat. Mohon dikoreksi bersama. Suksma

Om Shanti Shanti Shanti Om

doc@asemanabs2017
kontributor ;
Jro Mangku Restu, Jro Mangku Dalem Desa, dan  beberapa artikel diambil dari internet
sei dokumentasi ( kt.mustika,nym gunastra,wy.gendra, nym surama)

berikut sepintas video dan gambarnya,

 

 

 

Mebat Upakara Tawur lan Memben Tawur ( Piodalan Ida Ratu Begawan Penyarikan )

Rahina Redite , wage  minggu 1 Okt 2017

Om Suastiastu, dumogi sami pade kenak rahayu

Mengikuti prosesi selanjutnya setelah mepepada tawur kemarin, maka hari ini dilakukan kegiatan mebat upakara tawur serta memben tawur. sebenarnya kemarin hewan2 yang telah disucikan sore harinya sudah dilakukan pemotongan hingga hari ini tinggal mengolahnya saja serta menyiapkan ( metanding) semua perlengkapan pecaruan yang akan dilaksanakan besok pagi.

Semua kegiatan ini dilakukan di gedung serbaguna banjar, mulai dari ayam, angsa,babi, penyu , kuluk bang bungkem serta kambing, diolah disini. kegiatan ini dilakukan pada pagi hari karena nanti sore akan dilanjutkan dengan prosesi Memben Tawur. tidak banyak yang bisa kami informasikan disini, selanjutnyab mari kita simak lewat video berikut di bawah ini, semoga bermanfaat, jikalau kurang lengkap mohon dikoreksi, suksma

Om Shanti Shanti Shanti Om

doc@asemanabs2017
kontributor ;
sei dokumentasi ( kt.mustika,nym gunastra,wy.gendra, nym surama)

mari kita simak lewat video dan slide video berikut ini,

 

 

Mendak Penyejeg,Pengenteg dan Mepepada Tawur ( Piodalan Ngenteg Linggih Ida Ratu Begawan Penyarikan)

Rahina Saniscara Pon, 30 September 2017

Om Suastiastu, domugi sami pade kenak lan rahayu.

Sehari sebelum dilaksanakan Upacara Tawur Weraspati Agung ,Mendem Pedagingan lan Nyakap maka hari ini dilakukan prosesi Mendak Penyejeg, Pengenteg lan Mepepada Tawur, kegiatan ini diawali dengan mendak Penyejeg lan Pengenteg di Gria Agung.

pagi pukul 08.30 berangkat menuju Gria Agung yang kebetulan letaknya masih dalam satu lingkungan banjar aseman, hingga semua warga dapat mengikuti prosesi  mendak ini.

Sebelum Penyejeg lan Pengenteg di pendak diawali dengan matur piuning di Mrajan Gria Agung yang dipuput Ida Pendanda Istri dibantu oleh para serati banten dan jero mangku dan serta dilanjutkan dengan persembahyangan memohon kehadapan Ida Betara yang melingga melinggih ring Pemrajan agar diberikan kelancaran dalam kegiatan ini.

Selesai dari matur piuning dan sembahyang, dilanjutkan dengan mendak ( membawa ) Sarana Penyejeg lan Pengenteg menuju ke Pura Ratu Begawan Penyarikan ke bale banjar.

Suasana semakin terasa magis serta kian semarak karena dalam perjalanannya diiringi oleh tetabuhan

baleganjur Putra Dharma Kanti dari sekehe truna Br.Aseman, dengan cuaca yang cerah dan sejuk kegiatan ini berjalan dengan lancar seperti yang kita harapkan bersama.

Sesampainya di bale banjar Penyejeg lan pengenteg di tempatkan di Pura Ratu Begawan Penyarikan dan di depan bale banjar.

Tahapan dari prosesi mendak Penyejeg lan Pengenteg telah selesai dilaksanakan, dan tahap berikutnya adalah prosesi Mepepada Tawur , Mapepada ini bertujuan untuk menyucikan semua jenis wawalungan (hewan sarana upacara) seperti ayam, angsa, kuluk bang bungkem, babi serta kambing, yang akan dipergunakan dalam upacara Tawur nanti.Penggunaan binatang sebagai sarana upacara bertujuan untuk nyomia (menetralisir) buta kala sebagai pemaknaan menetralisir bhuwana agung (alam semesta) dan bhuwana alit (tubuh manusia). selanjutnya semua hewan yang telah dibersihkan dan disucikan tersebut diserahkan untuk diolah sebagai banten upakara Tawur Weraspati Agung yang akan dilaksanakan pada hari soma kliwon tgl 2 Oktober nanti.

Pada upacara Mapapada Tawur juga digelar upacara Purwa Daksina untuk mengantar arwah hewan-hewan ini  ke asalnya. Sehingga setiap hewan atau binatang diantarkan ke para dewa sesuai dengan pengelompokannya. Untuk binatang berkaki dua diantarkan ke Iswara, binatang kaki empat diantarkan ke Brahma, binatang yang merangkak seperti penyu diantarkan kehadapan Mahadewa. Sedangkan untuk ikan dan binatang tanpa kaki diantarkan kepada Dewa Wisnu. Selanjutnya untuk pepohonan seperti pohon pisang dan belimbing diantarkan kepada Dewa Siwa. “Proses purwa daksina ini untuk mengantarkan rohnya kembali, hingga mungkin suatu saat nanti dapat menitis kembali menjadi mahluk yang lebih mulia.

Upacara Mepepada Tawur ini dipuput oleh Ida Pedanda Gria Jumpayah, serta dibantu oleh para serati banten dan para jero mangku sewewengkon Banjar Adat Aseman, prosesi ini berlangsung dengan lancar, di iringi juga oleh tetabuhan gamelan lelambatan oleh sekehe gong  ibu-ibu PKK Banjar Aseman.

Akhir dari prosesi Mepepada Tawur ini ditutup dengan medana punia sebagai ungkapan sujud bhakti yang tulus ikhlas kita, sebagai warga pengempon Pura Ratu Begawan Penyarikan agar Upacara yang sekian lama dipersiapkan dapat berlangsung dengan lancar, serta diberkahi kesejahteraan dan kebahagiaan di semua sisi kehidupan kita selaku warga Banjar Adat Aseman, Abiansemal.

Semua dari kegiatan prosesi Upacara Mepepada Tawur , juga menyisakan bekas-bekas sarana yang sudah tidak terpakai (sampah) sehingga kita wajib untuk ikut membantu membersihkannya,walaupun sudah ada bagian dari sei kebersihan yang menjalankan tugasnya.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Jika terdapat penjelasan  yang kurang lengkap atau kurang tepat. Mohon dikoreksi bersama. Suksma

Om Shanti Shanti Shanti Om

doc@asemanabs2017
kontributor ;
sei dokumentasi ( kt.mustika,nym gunastra,wy.gendra, nym surama)

berikut sepintas video dan gambarnya,

 

 

Kegiatan Ngayah Ngias dan Masang Penjor ( Piodalan Ngenteg Linggih Ida Ratu Begawan Penyarikan)

Rahina Sukra Paing uku Gumbreg pinanggal 29 September 2017

Om Suastiastu, dumogi semeton sami pade kenak lan rahayu

Setelah prosesi Nyangling/Ngingsah Beras yang dilaksanakan minggu lalu, maka hari ini dilaksanakan kegiatan Ngias dan masang penjor, kegiatan ini dimulai dari pukul 07.00 pagi hingga selesai, keseluruhan penjor dibuat sekitar 125 buah dikerjakan bersama warga serta dibantu oleh beberapa warga dari Perum Batan Utu, semua sarana seperti bambu, ambu dan lainya sudah disiapkan dari awal, hinga proses pembuatan penjor dan ngias berjalan lancar .

Penjor di pasang di pinggir jalan dari perbatasan sebelah selatan Br.Aseman hingga di sebelah utara yaitu sebelah selatan pasar Tenten ( Wantilan Desa Adat Abiansemal)

Kami mohon maaf karena tidak semua gambar bisa kami ambil karena keterbatasan waktu dan kesempatan berhubung kami juga ikut ngayah,Demikian informasi yang bisa kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Jika terdapat penjelasan  yang kurang lengkap atau kurang tepat. Mohon dikoreksi bersama. Suksma

Om Shanti Shanti Shanti Om

doc@asemanabs2017
kontributor ;
sei dokumentasi ( kt.mustika,nym gunastra,wy.gendra, nym surama)




Nyangling/Ngingsah Beras ( Piodalan Ngenteg Linggih Ida Ratu Begawan Penyarikan)

Rahina, saniscara umanis tolu pinanggal 23 Sept 2017

Om Suastiastu, semoga semua berbahagia,

Setelah prosesi melaspas wewangunan yang dilaksanakan tiga hari yang lalu, maka hari ini ,saniscara umanis tolu pinanggal 23 Sept 2017 dilanjutkan dengan Upacara Ngingsah, Upacara berlangsung mulai dari pukul 09.00 pagi.

Sebelum Upacara Ngingsah dilaksanakan , Ida Ratu Peranda Istri bersama Jero mangku menyempatkan untuk melakukan prosesi Nyukat pelingih Ida Ratu Mas Alit lan Pura tengah segara ring Pura Taman Mesir, setelah itu baru dilanjutkan ke balai  banjar.

Diiringi tetabuhan lelambatan dari sekehe gong Dharma Kanti mengawali berlangsungnya prosesi Upacara Ngingsah.

Sebelum melaksanakan upacara nginggsah diawali dg prosesi prascita biahkaonan, bertujuan membersihkan atau menyucikan segala sarana yg akan dipakai .

Makna dari upacara ngingsah utawi nyangling yaitu  menyucikan sarana upakara yang berasal dari tumbuh2 an / sarwa mentik yg mempunyai eka pramana. Seperti beras berwarna 4 yaitu , putih diwakili oleh ketan, selem injin , beras mewakili kuning, merah diwakili oleh beras merah serta semua perlengkapan lainnya spt lesung, sepit kukusan ,luu, ilih, sinduk cengkilik, pisau, talenan dll sebagai alat atau sarana yang dipakai di dalam pelaksanaan Upacara Yadnya.

Dalam prosesi ngingsah beras yang dipakai sarana nya adalah toya ening air suci yg sdh disucikan oleh sang sulinggih, pancuran dr bambu kuning, selanjutnya beras dituangkan ke dalam kukusan dan di aduk dengan sarana ambengan yang diikat serta berisi panca datu ditambah manik 7 ( pitu ) yang mengandung makna mensucikan semua sarana yang akan dipakai dalam pembuatan jajan atau segala upakara yadnya. dalam prosesi tsb semua terlibat spt sulinggih pemangku serati prawantaka karya.

Upacara di puput oleh Ida Pedanda Istri Gria Agung ring Br. Aseman,Abiansemal, serta dibantu oleh para Jero  Mangku , Serati banten  serta pengayah lainnya.

Setelah prosesi ngingsah beras dilanjutkan dengan prosesi melis, berakhirnya prosesi melis dilanjutkan dengan persembahyangan bersama.

Semua rangkaian Upacara ngingsah  beras berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama, Demikian informasi yang bisa kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Jika terdapat penjelasan  yang kurang lengkap atau kurang tepat. Mohon dikoreksi bersama. Suksma

Om Shanti Shanti Shanti Om

doc@asemanabs2017
kontributor ; jero mangku dalem desa, mangku restu
sei dokumentasi ( kt.mustika,nym gunastra,wy.gendra, nym surama)

Upacara Melaspas,Netegan lan Pawintenan [ Pura Ratu Begawan Penyarikan]

Rahina Buda Pon, Tilem katiga pinanggal 20 September 2017

Om Suastiastu, semoga semua berbahagia.

Berkaitan dengan  Upacara Ngenteg Linggih di Pura Ratu Begawan Penyarikan di Balai Banjar Aseman, maka tepatnya hari ini dilaksanakan Upacara Melaspas, Netegan dan Pawintenan. Melaspas dalam bahasa Bali memiliki arti Mlas artinya Pisah dan Pas artinya Cocok, penjabaran arti Melaspas yaitu sebuah bangunan dibuat terdiri dari unsur yang berbeda ada kayu ada pula tanah(bata) dan batu, kemudian disatukan terbentuklah bangunan yang layak.Upacara melaspas bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan benda ataupun bangunan ( wewangunan sebagai sarana pendukung di dalam suatu Upacara )secara niskala sebelum digunakan .

Sesuai dengan runtutan dan tradisi yang ada bahwa setiap proses kegiatan Upacara pastilah ada sarana dan prasarana pendukung yang diperlukan di dalam pelaksanaan Upacara tersebut, jauh hari sebelumnya warga Br.Adat Aseman secara bergiliran ngayah membuat sarana pendukung (Wewangunan2 suci tempat banten) seperti membuat bale pemiosan, sanggar surya, panggungan, sarggar surya resi gana, linggih yaja mana lan tapini, linggih ida betara rare anggon, sanggar surya tawur,sanggar surya resi bujangga,bale pemiosan peranda tri sadaka,linggih Ida Betara Tirta,linggih ida betara sri serta yang lainnya.

Sebelum upacara dimulai, semua sarana pendukung dipasang satsat, ditancapkan orti setelah itu dilaksanakan upacara pecaruan yang bertujuan Nedunang Bhutakala /Mengundang sang Bhutakala serta Menghaturkan Labaan  dan Mengembalikan ketempatnya masing-masing atau mengembalikan berbagai roh-roh yang tadinya tinggal atau mendiami bangunan tersebut ke tempat asalnya. Dan kemudian menghadirkan Dewa Ghana yang diyakini sebagai Dewa Rintangan artinya untuk menghalangi hadirnya roh-roh pengganggu., setelah itu baru dilanjutkan dengan Prosesi Melis  yang  mempunyai makna untuk menyucikan berbagai sarana yang terkait dengan pelaksanaan upacara di suatu Pura atau tempat suci seperti misalnya arca, pratima, pralingga dan perlengkapan upacara lainnya. juga memiliki makna nganyud sarwa mala ring gumi supaya Bhuana Agung dan Bhuana Alit bersih dan suci.

Setelah prosesi melis dilanjutkan dengan Upacara Melaspas Wewangunan serta Pawintenan,Upacara ini dipimpin oleh Ida Pedanda ring Gria Tegeh serta dibantu oleh para Jero Mangku di lingkungan Br.Aseman serta serati banten dan pengayah lainnya.Upacara dimulai dari pukul 08.00 pagi hingga selesai. Dapat disimpulkan mengenai Upacara Melaspas menurut kami ialah memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar senantiasa memberikan perlindungan dan keselamatan pada bangunan serta sarana pendukung didalam kegiatan Upacara Ngenteg Linggih di Pura Ratu Begawan Penyarikan. Upacara berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama.

Demikian informasi yang bisa disampaikan lewat media ini , semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Jika terdapat penjelasan  yang kurang lengkap atau kurang tepat. Mohon dikoreksi bersama. Suksma

Om Shanti Shanti  Shanti Om

@doc.asemanabs2017
kontributor ; sei dokumentasi ( kt mustika,nym gunastra, wy gendra, nym surama)

                                                                                                        panitia karya

                                                                                                     team bendahara

                                                                                                          sekeha shanti

                                                                                             ibu-ibu pkk sembari menunggu

                                                                                                             dadong lombok

                                                                          mangku desa lan mangku dalem desa

                                                                                                       bpk pecalang

                                                                                                                      bpk pecalang

                                                                                   awali dengan ngenyitin penimpug

                                                                                                        prosesi melis

                                                                                                         prosesi melis

                                                                                                             prosesi melis

                                                                                                                     prosesi melis

                                                                                                   prosesi melis

                                                                             Ida Pedanda Gria Tegeh Br.Banjaran, Abiansemal

                                                                                                   kak ardi pengenter karya

                                                                                                      prosesi pewintenan

                                                                                                      prosesi pewintenan

                                                                                                       prosesi pewintenan

                                                                                               prosesi pewintenan