Dek Ping Mendulang Medali Lewat Lompat Tinggi

Abiansemal 01/08/2018, Asian Games 2018 bakal digelar pada 18 Agustus – 2 September di Jakarta dan Palembang. Dalam ajang ini, Pemerintah Indonesia memberikan kesempatan bagi para atlet muda untuk mengikuti kompetisi ini. Lain halnya dengan Dek Ping, walaupun tidak dipanggil untuk membela tanah air di ajang Asian Games namun segudang prestasi sudah ia dapatkan dalam berbagai kejuaraan di tingkat nasional maupun internasional. Lalu siapa sebenarnya Dek Ping, remaja putri bernama lengkap Ni Made Eppi Wilantika adalah salah putri terbaik desa Abiansemal yang merupakan atlet dari cabang olahraga atletik yaitu lompat tinggi.

Dek ping remaja putri yang berbintang aquarius kelahiran desa Abiansemal , Br.Aseman, merupakan anak kedua dari pasangan Wayan Suwatra dan Ni Nym Sukartini sekaligus pemilik warung nasi be genyol yang berlokasi di Jalan Pendet Br.Aseman, Abiansemal. Dek ping saat ini masih tercatat sebagai mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Denpasar yang mengambil jurusan management.

Lewat penuturan singkatnya Dek Ping menceritakan pengalamannya kepada kami KIM ABS, Awalnya sewaktu SD sempat mengikuti lomba lari mewakili sekolah namun tidak pernah mendapatkan juara, akhirnya lewat saran sang kakak yaitu Yan Ella yang juga seorang seorang atlit lompat tinggi yang juga sarat prestasi, akhirnya mengikuti jejaknya sampai hari ini. Selepas SD memasuki sekolah SMP lewat bimbingan sang kakak dan guru, dengan latihan yang tekun dan disiplin akhirnya berbuah prestasi. Dari mulai dari medali emas berturut-turut hingga 3 kali dalam ajang Porseni mewakili Kabupaten Badung hingga 3 kali medali emas dalam Porjar Bali dan sempat meraih perak di PON remaja, itu baru setingkat SMP. Di ajang Kejurnas lompat tinggi umur 18 th – 20th di Jakarta Dek Ping kembali meraih dua medali emas, di Jawa Timur terbuka mendapatkan 2 kali medali emas, kejurnas senior di Jakarta raih medali perak dan di Malaysia memperoleh peringkat 4. Ditanya mana yang paling berkesan, dek ping mengatakan, “Di ajang Kejurnas dan di Malaysia tentunya, karena disana lawan-lawan yang dihadapi sangat tangguh, sekaligus disana mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dalam lomba di tingkat nasional”.

“Semua prestasi yang ia dapatkan selama ini tidak terlepas dari peran dan dukungan kedua orang tua, saudara serta sahabat-sahabatnya yang selalu memberikan semangat didalam setiap kejuaraan baik di tingkat daerah maupun nasional”. imbuhnya. “Dek Ping sekaligus berharap pada generasi muda dan sebayanya agar terpacu dan termotifasi untuk meningkatkan prestasi dan memajukan dunia olahraga, serta senantiasa selalu tetap rajin belajar tekun dan disiplin, jikalau mempunyai hobi di bidang olah raga berlatihlah sungguh-sungguh agar kelak suatu hari nanti bisa mendapatkan prestasi sekaligus dapat menjadi kebanggaan orang tua dan masyarakat”. pungkasnya.

Di tempat terpisah IB Bisma Wiratma SH selaku Perbekel Abiansemal menyatakan,” sangat mengapresiasi dan merasa bangga pada Ni Made Eppi Wilantika atas semua prestasi yang diraihnya selama ini baik di tingkat daerah maupun nasional, serta menaruh harapan besar bagi generasi muda lainnya agar terpacu menjadi atlit berprestasi agar dapat membanggakan orang tua dan masyarakat desa Abiansemal umumnya”.

sumber : KIM Abiansemal

(008/KIMABS)

Sembilan Sawa Diaben, Ribuan Krama Padati Setra Gede Abiansemal

Abiansemal 30/07/2018, di penghujung bulan juli ini, bertempat di setra gede Abiansemal terjadi pemandangan yang tidak seperti biasanya, terlihat ribuan krama desa Abiansemal memenuhi areal setra, alih-alih ternyata ada 9 sawa atau jenasah yang diprosesi ngaben saat ini.

Dari keterangan Putu Widiawan kelian adat Br.Aseman mengatakan,”kesembilan sawa yang diaben saat ini berasal dari Br.Aseman, Br.Pande, Br.Belawan dan Br.Batan Buah, dua dari kesembilan merupakan warga dari Br.Aseman, satu diantaranya merupakan nenek dari Md Nada Sariada kelian dinas Br.Aseman”. “Hari ini merupakan kali kedua dalam sebulan krama adat Br.Aseman melaksanakan upacara pengabenan”. imbuhnya.

Sekilas nampak seperti ngaben massal, silih berganti bade pengusung jenasah memasuki areal setra gede, riuhnya suara gamelan baleganjur bertalu-talu saling bersautan membuat suasana duka sedikit terhibur dengan hentakan irama gamelan baleganjur yang sebagian besar dimainkan oleh anak-anak muda desa Abiansemal.

Menurut IB Bisma Wiratma SH, “Ngaben merupakan salah satu upacara yang dilakukan oleh Umat Hindu di Bali yang tergolong upacara Pitra Yadnya, bertujuan agar ragha sarira (badan / Tubuh) cepat dapat kembali kepada asalnya, yaitu Panca Maha Bhuta di alam ini dan Sang Atma kembali ke alam pitra”. “Disisi lain sangat terlihat rasa gotong royong dan persatuan dari masyarakat desa Abiansemal masih sangat kental dengan semangat “menyama braya” mempertahankan adat,agama, budaya dan tradisi yang ada di desa Abiansemal”. pungkasnya

sumber : KIM Abiansemal

(008/KIMABS)

Dari Usaha Potong Babi hingga Krupuk Babi ​

 Dari Usaha Potong Babi hingga Krupuk Babi
Abiansemal, selasa (11/04) Bali tidak hanya terkenal dengan Pariwisata lewat Upacara,adat dan budayanya tetapi dari sisi kuliner juga sangat terkenal, selain sate matic, babi guling, ayam betutu satu lagi adalah krupuk kulit babi.
Sebut saja, Bu Wina atau nama lengkapnya Made Suarniti ibu dari dua orang anak serta istri dari Made Subawa yang berasal dari Br.Aseman, Abiansemal ini telah lama menggeluti usaha pembuatan krupuk dari kulit babi. Berawal dari jualan daging babi sewaktu masih belum berkeluarga hingga buka usaha potong babi bersama suaminya. Karena ada kesibukan lain akhirnya usaha potong babi diserahkan pada suaminya Made Subawa alias Pak Wina. Berkat didikan dari kakaknya yang saat ini sudah almarhum yang telah begitu banyak memberikan pengalaman dalam usaha pembuatan krupuk babi akhirnya memutuskan untuk membuka usaha pembuatan krupuk babi di rumahnya yang beralamat di Jl.Leko I no.2 Abiansemal.
Krupuk yang dibuat umumnya dari kulit babi yang lemaknya dihilangkan, namun krupuk buatannya sedikit berbeda, kulit samsam atau dikenal dengan kulit yang sebagian ada dagingnya dipotong antara 5 sampai 10 cm lalu di goreng dengan minyak panas yang pastinya tanpa bahan penyedap, dengan kondisi setengah matang dianggkat lalu ditiriskan selama beberapa jam, bahkan sampai sehari setelah itu digoreng lagi hingga matang. Krupuk ini terasa renyah dan gurih apalagi ditemani nasi dengan menu pendamping lainnya.
Bu Wina menuturkan, “ Selain dijual dipasar ada juga teman, saudara bahkan banyak pesanan dari luar kota semisal dari kota jakarta”. “Astungkara cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai anak sekolah”. imbuhnya.
Perbekel Abiansemal, IB Bisma Wiratma SH ditemui ditempat terpisah ketika diminta pendapatnya mengatakan,”Merasa salut dan berbangga serta mengapresiasi semangat warga Abiansemal dalam hal peningkatan kualitas perekonomian, khususnya dalam hal usaha-usaha keluarga yang dapat mendatangkan pendapatan untuk kesejahteraan warga itu sendiri”. “KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) dibentuk guna menginformasikan segala sesuastu yang berkaitan dengan potensi yang ada di Desa Abiansemal, maka lewat KIM diharapkan sebagai jembatan penghubung serta sebagai media promosi untuk membantu kemajuan perekonomian di Desa Abiansemal”. pungkasnya.
(008/KIMABS)

Napak Pertiwi, Bingkai Tradisi dalam Pelestarian Adat Seni dan Budaya ​

Abiansemal-Dalam kehidupan beragama di masyakat kita di Abiansemal, tidak akan pernah lepas dari seni dan budaya. Hal ini implementasikan dalam rangkaian upacara Melaspas Pura Taman Mesir di Br.Aseman,Desa Abiansemal jumat (09/03) malam digelar Prosesi Napak Pertiwi Ida Betara Ratu Mas Alit yang berstana di Pura Taman Mesir.
Napak Pertiwi dalam hal ini kaitannya dengan “Ngelawang”, lawang artinya jalan keluar dengan fungsi dan tujuannya untuk menyucikan lawang agar dapat memudahkan, mengarahkan pikiran serta prilaku kita dalam menjalani kehidupan di masyarakat dan mengindahkan alam lingkungan, sehingga dapat memberikan pancaran kedamaian dan kesucian.
Prosesi Napak Pertiwi ini dikemas dalam bentuk seni , dimana Ida Betara Ratu Gede serta Ida Betara Ratu Lingsir tedun (turun) melakukan prosesi mesolah (menari) seperti tarian arja. Sama hal dengan tarian arja Napak Pertiwi ini diiringi alunan gamelan oleh sekehe gong Putra Dharma Kanti. Prosesi ini digelar dijaba pura didepan pintu masuk dan keluar baca; lawang( candi bentar) Pura Taman Mesir.
Ketut Nadi selaku Jero Mangku di Pura Taman Mesir didampingi Putu Widiawan selaku kelian adat Br.Aseman, serta Ketut Sudarya salah seorang pengayah yang ikut (munut) menarikan Ida Betara Ratu Gede menuturkan, “dalam prosesi napak pertiwi ini kita tidak hanya disuguhkan oleh tembang-tembang yang penuh sarat makna dengan diriingi alunan gamelan hingga memunculkan harmonisasi yang indah di dengar, tetapi didalamnya mengandung makna bahwa seni dapat memperhalus jiwa dan bhatin kita didalam menjalani kehidupan agar selalu sabar dan tetap tersenyum.”
Ditempat yang sama IB Bisma Wiratma SH selaku Perbekel Abiansemal, yang ikut mendampingi sekehe gong Putra Dharma mengatakan, “tradisi warisan leluhur ini mesti tetap kita jaga kelestariannya bersama, apa lagi dijaman saat ini banyak informasi yang ada di masyarakat yang belum tentu kebenarannya, yang dapat memecah belah kerukunan hidup kita di masyarakat Abiansemal”. “ Maka lewat prosesi Napak Pertiwi yang selalu rutin digelar pada setiap upacara yang berskala besar, diharapkan menjadi bingkai tradisi seni,adat dan budaya didalam menjaga kerukunan hidup kita sebagai masyarakat Abiansemal.” pungkasnya.
(008/kim)

Juniantari Wakili Abiansemal Diajang Jegeg Bagus Badung 2018

Abiansemal
Potensi dan bakat yang ada di Desa Abiansemal sangatlah banyak, terutamanya datang dari kalangan pemuda dan pemudi Desa Abiansemal. Seperti halnya Putri terbaik Desa Abiansemal yang saat ini mewakili Kecamatan Abiansemal mengikuti ajang bergengsi yang ada di Kabupaten Badung yaitu pemilihin Jegeg Bagus Badung tahun 2018. Saat ini pemilihan Jegeg Bagus sudah memasuki tahap 10 besar.
Ni Made Juniantari  atau sering di sapa Dek Juni kelahiran Abiansemal, 21 Juni 1998 yang beralamat di Banjar Aseman Desa Abiansemal adalah Putri kebanggan Desa Abiansemal yang saat ini berjuang membawa nama Desa dan Kecamatan Abiansemal di ajang pemilihan Jegeg Bagus Badung tahun 2018.
Dek Juni saat ini sedang menempuh pendidikan SI Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Udayana, dari kecil sudah banyak prestasi yang di raihnya seperti prestasi Juara 2 Lomba Pidato Hari Anak Nasional Kabupaten Badung 2012, Juara 2 Lomba Pidato Genre Kabupaten Badung 2015, Juara 1 Lomba Pidato Lingkungan hidup tahun 2012, Jegeg AN 2016, Runner Up 1 Jegeg FISIP 2017, Jegeg Kecamatan Abiansemal 2017, dan sekarang sedang mengikuti pemilihan 10 besar Jegeg Bagus Badung 2018.
Gadis manis yang punya hobi membaca, mendengarkan musik, nonton film mengungkapkan “Mengikuti berbagai bidang perlombaan selalu menjadi tantangan tersendiri bagi saya sekaligus menjadi media bagi saya untuk mengembangkan kemampuan diri dan membanggakan orangtua juga keluarga. Terpilihnya saya sebagai Jegeg Kecamatan Abiansemal yang sebelumnya telah menjadi perwakilan Jegeg Desa Abiansemal memberi saya tanggung jawab baru untuk berjuang demi nama Desa dan Kecamatan tercinta saya, Abiansemal.”
(014/KIMABS) erik

Suasana Pura Saat Kajeng Kliwon Di Banjar Aseman Desa Abiansemal, Serasa Seperti Galungan

 

Kajeng kliwon merupakan rangkaian dari hari suci agama hindu yang datang setiap 15 hari sekali berdasarkan pertemuan Tri Wara dan Panca Wara. Dimana di hari suci ini umat Hindu sedharma melakukan persembahyangan di sanggah atau Pura.
Namun ada suasana sedikit berbeda di Banjar Aseman Desa Abiansemal dimana hari suci kajeng kliwon terasa seperti hari raya Galungan, dikarenakan pada hari suci Kajeng Kliwon tepat di sore hari, ibu-ibu PKK Banjar dengan mengenakan pakaian adat Bali bersama sama melakukan persembahyangan di pura  pura setempat sambil menghaturkan soda (sesajen). Dan saat malam warga Banjar dan Pemuda Pemudi satu persatu datang ke pura guna melakukan persembahyangan.
Menurut jero mangku selaku penglingsir di Banjar Aseman “kegiatan ini rutin di lakukan setiap rahina Kajeng Kliwon dan tradisi ini sudah di lakukan semenjak berdirinya pura pura yang ada di Banjar Aseman, terkecuali Banjar cuntaka atau ada sebel banjar. Hal ini di lakukan guna memohon keselamatan dan menjaga keharmonisan di Banjar Aseman”.
Ida Bagus Bisma Wiratma selaku prebekel Desa Abiansemal membenarkan akan hal ini dan diharapkan generasi berikutnya bisa tetap menjaga warisan dan tradisi yang ada di Banjar Aseman, serta guna melestarikan adat, seni dan budaya yang ada.
(014/KIMABS) eriana.

TUMPEK LANDEP: SELARASKAN HATI,TAJAMKAN PIKIRAN

Abiansemal,
Bulan maret bulan penuh berkah dimana 4 hari raya besar Hindu menghiasi kalender Bali, mulai dari hari raya Nyepi, Saraswati, Pagerwesi dan di penghujung bulan ini merupakan hari raya Tumpek Landep.
Seperti saat ini sabtu (31/03) tepatnya saniscara kliwon wuku landep dalam kalender bali, merupakan hari raya tumpek landep, dimana Tumpek Landep berasal dari kata Tumpek yang  berarti Tampek atau dekat dan Landep yang berarti Tajam. Jadi dalam arti sebenenarnya Tumpek Landep merupakan tonggak penajaman, citta, budhi dan manah (pikiran). dimana pada hari ini umat hindu melakukan puji syukur atas berkah yang telah diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Ida Bhatara Sang Hyang Siwa Pasupati.
Kesibukan umat sudah mulai terasa sehari menjelang hari tumpek landep, mulai dari persiapan banten upakara sampai urusan servis dan cuci-mencuci bagi yang memiliki kendaraan baik mobil atau motor.
Namun menurut Ketut Nadi selaku jero mangku di pura dalem desa  disela-sela kesibukannya ngayah di pura menuturkan, “ Saat ini masyarakat masih memaknai tumpek landep sebagai upacara untuk motor,mobil serta peralatan kerja dari besi namun sesungguhnya tumpek landep itu sendiri harusnya lebih menitikberatkan agar umat selalu ingat untuk mengasah budhi citta serta menajamkan pikiran (manah), yang disimbolkan dengan senjata keris pada saat digelarnya upacara tumpek landep”. “Dengan menyelaraskan hati dan pikiran (manah) yang tajam diharapkan umat dapat memerangi kegelapan atau kebodohan sehingga dapat menekan perilaku buthakala yang ada dalam diri hingga terciptanya kedamaian”. imbuhnya.
Disisi lain, yan erik yang memiliki usaha cuci motor, menjelang hari raya tumpek landep memberikan berkah tersendiri baginya. “Tidak seperti hari-hari biasa, jelang hari raya tumpek landep, dari pagi hingga petang dia masih sibuk melayani pelanggannya,lumayan untuk hari ini”. ujarnya.
Saat dihubungi ditempat terpisah, Perbekel Abiansemal IB Bisma Wiratama menyampaikan,” Selamat Hari Raya Nyepi th baru caka 1940 kepada umat sedarma, dan  selamat melaksanakan upacara Tumpek Landep”. “Semoga dengan serangkaian banyaknya upacara dibulan ini tidak menjadi beban namun dengan hati yang selaras dan tulus berbekal pikiran yang baik menjadi berkah bagi kesejahteraan dan kedamaian warga masyarakat Desa Abiansemal”. imbuhnya. (008/KIMABS)