Menjelang Nyepi, Krama Desa Adat Abiansemal Melasti di Pantai Seseh

Abiansemal- Rangkaian pelaksanaan Hari Raya Nyepi tahun baru Caka 1940 di Desa Abiansemal, diawali dengan Upacara Melasti di Segara Seseh. Melasti adalah upacara yadnya di dalam agama Hindu yang secara umum bertujuan mensucikan diri beserta alam semesta yang bertempat di laut dan sumber air lainnya.

Seperti halnya Selasa (13/03) pagi jam 05.00 wita ribuan krama desa adat Abiansemal telah berkumpul memenuhi areal jaba pura desa, ratusan kendaraan truk terparkir di depan Pura Desa yang sudah siap untuk berangkat menuju pantai seseh. Sekitar pukul 05.30 wita mendapat arahan dari Bendesa adat Abiansemal, kendaraan truk yang mengangkut krama desa beserta semua Pretima dikawal oleh anggota Polsek Abiansemal dan para Pecalang Desa berjalan pelan menuju ke pantai seseh.
Ada sesuatu yang unik disetiap upacara melasti ini, dalam perjalanan di sepanjang jalan perbatasan desa penarungan dan anggungan dengan suasana yang masih agak gelap terlihat samar-samar pemandangan hamparan sawah dan iring-iringan ratusan kendaraan dengan kerlap-kerlip lampu menambah kesan indah dipandang, dan kesempatan tersebut digunakan oleh krama untuk bersua foto diatas kendaraan yang sedang berjalan.

Sejam kemudian krama desa telah sampai di pantai seseh dan telah memadati areal pantai berpasir hitam beserta semua Pretima dan Tapakan yang berjejer didepan menghadap ke segara (laut).Semua sarana upacara sedari awal telah dipersiapkan oleh Krama Br.Juwet yang tahun ini mendapat giliran, dan dipuput oleh Ida Pendanda Pratama dari gria tegeh dibantu jero mangku sedesa adat Abiansemal. Upacara melasti ini diawali dengan prosesi melis dilanjutkan dengan sembahyang bersama. Mengakhiri prosesi penyucian dan persembahayangan, krama desa kembali munut pretima,tapakan serta perangkat upacara lainnya kembali menuju ke Pura Desa.

Di saat yang sama I Putu Drana selaku Bendesa Adat Abiansemal mengatakan, “desa Abiansemal terdiri dari 13 banjar adat, tentunya ribuan pemedek akan tangkil melakukan persembahyangan di bale agung pura desa, untuk mengantisipasi hal tersebut upacara melasti ini dilaksanakan lebih awal agar krama pemedek mendapatkan kesempatan lebih banyak untuk dapat tangkil menghaturkan sembah bhaktinya kehadapan Ida Betara Kahyangan Tiga, karena semua Pretima serta Tapakan sedesa Abiansemal nyejer(melinggih) di Bale Agung Pura Desa selama 3 hari hingga menjelang pengrupukan”.

Sementara itu Perbekel Abiansemal IB Bisma Wiratma SH mengungkapkan,”upacara melasti ini rutin digelar lebih awal menjelang perayaan hari raya Nyepi dan di laksanakan di pantai seseh, karena sebagian besar Desa Adat di seluruh Kabupaten Badung melaksanakannya di sini, serta dilakukan di pagi hari untuk menghindari kemacetan”.
(008/KIMABS)

Iklan
%d blogger menyukai ini: