Napak Pertiwi wujud Tri Hita Karana di Desa Abiansemal

Napak Pertiwi merupakan suatu prosesi atau ritual yang dilakukan pada saat ada upacara agama dan digelar pada hari-hari tertentu,yang sifatnya khusus.Napak artinya menginjak dan Pertiwi adalah tanah atau bumi tempat kita hidup dan tinggal.

Berkaitan dengan hal tersebut diatas maka pada hari sabtu (24/02) malam bertepatan dengan Upacara Tumpek Wayang semua Pelawatan atau Tapakan yang ada di Desa Abiansemal diantarannya, Ida Betara Ratu Mas Alit,Ida Ratu Gede dan Ratu Lingsir yang berstana di Pura Taman Mesir serta Ida Betara Ratu Mas Sakti yang berstana di Pura Desa,tedun (turun) melakukan prosesi Napak Pertiwi ngiter (mengelilingi ) Desa Abiansemal.

Diiringi tetabuhan baleganjur dari masing-banjar serta antusias warga yang mengikuti upacara ini membuat suasana semakin ramai dengan rasa yang penuh keakraban.
Disaat yang sama,Jro Mangku Dalem Desa, didampingi Kadus serta Kelian Adat Br.Aseman menuturkan,” Prosesi yang digelar setiap 6 bulan bertepatan dengan hari Tumpek Wayang. Rahina tumpek merupakan penutup wuku yang diyakini memiliki kekuatan magis (tenget),saat itulah Beliau Betara Siwa sebagai Siwa Pasupati tedun (napak pertiwi) yang diwujudkan dalam bentuk tapakan Barong, yang kita lihat selama ini seperti Ida Ratu Mas Sakti serta Ida Ratu Gede,( meruwat jagat lan sedaging nyane) mengembalikan alam (pertiwi) serta semua isinya kedalam kehidupan yang lebih baik,terhindar dari segala macam penyakit (gering).Napak Pertiwi juga bertujuan menetralisir energi negatif secara niskala yang ada di alam ini sekaligus sebagai wujud nyata penerapan Tri Hita Karana yang ada di Desa Abiansemal.”Dimana ada rasa kebersamaan serta persatuan antar banjar di Desa Abiansemal didalam menjaga hubungannya terhadap Tuhan, Alam lingkungan beserta sesama manusia yang hidup di alam ini,apalagi menjelang perayaan hari raya nyepi agar kita senantiasa diberikan kedamaian”imbuhnya.

Ditempat yang sama IB Bisma Wiratma SH, selaku Kades Abiansemal mengatakan,”merasa bangga lahir,dan besar sekaligus memimpin Desa Abiansemal dan berharap upacara ini tetap lestari sebagai warisan leluhur, serta menjadi perekat dan pemersatu dalam kehidupan bermasyarakat”.
(008/kim)

 

Iklan
%d blogger menyukai ini: