Mendak Penyejeg,Pengenteg dan Mepepada Tawur ( Piodalan Ngenteg Linggih Ida Ratu Begawan Penyarikan)

Rahina Saniscara Pon, 30 September 2017

Om Suastiastu, domugi sami pade kenak lan rahayu.

Sehari sebelum dilaksanakan Upacara Tawur Weraspati Agung ,Mendem Pedagingan lan Nyakap maka hari ini dilakukan prosesi Mendak Penyejeg, Pengenteg lan Mepepada Tawur, kegiatan ini diawali dengan mendak Penyejeg lan Pengenteg di Gria Agung.

pagi pukul 08.30 berangkat menuju Gria Agung yang kebetulan letaknya masih dalam satu lingkungan banjar aseman, hingga semua warga dapat mengikuti prosesi  mendak ini.

Sebelum Penyejeg lan Pengenteg di pendak diawali dengan matur piuning di Mrajan Gria Agung yang dipuput Ida Pendanda Istri dibantu oleh para serati banten dan jero mangku dan serta dilanjutkan dengan persembahyangan memohon kehadapan Ida Betara yang melingga melinggih ring Pemrajan agar diberikan kelancaran dalam kegiatan ini.

Selesai dari matur piuning dan sembahyang, dilanjutkan dengan mendak ( membawa ) Sarana Penyejeg lan Pengenteg menuju ke Pura Ratu Begawan Penyarikan ke bale banjar.

Suasana semakin terasa magis serta kian semarak karena dalam perjalanannya diiringi oleh tetabuhan

baleganjur Putra Dharma Kanti dari sekehe truna Br.Aseman, dengan cuaca yang cerah dan sejuk kegiatan ini berjalan dengan lancar seperti yang kita harapkan bersama.

Sesampainya di bale banjar Penyejeg lan pengenteg di tempatkan di Pura Ratu Begawan Penyarikan dan di depan bale banjar.

Tahapan dari prosesi mendak Penyejeg lan Pengenteg telah selesai dilaksanakan, dan tahap berikutnya adalah prosesi Mepepada Tawur , Mapepada ini bertujuan untuk menyucikan semua jenis wawalungan (hewan sarana upacara) seperti ayam, angsa, kuluk bang bungkem, babi serta kambing, yang akan dipergunakan dalam upacara Tawur nanti.Penggunaan binatang sebagai sarana upacara bertujuan untuk nyomia (menetralisir) buta kala sebagai pemaknaan menetralisir bhuwana agung (alam semesta) dan bhuwana alit (tubuh manusia). selanjutnya semua hewan yang telah dibersihkan dan disucikan tersebut diserahkan untuk diolah sebagai banten upakara Tawur Weraspati Agung yang akan dilaksanakan pada hari soma kliwon tgl 2 Oktober nanti.

Pada upacara Mapapada Tawur juga digelar upacara Purwa Daksina untuk mengantar arwah hewan-hewan ini  ke asalnya. Sehingga setiap hewan atau binatang diantarkan ke para dewa sesuai dengan pengelompokannya. Untuk binatang berkaki dua diantarkan ke Iswara, binatang kaki empat diantarkan ke Brahma, binatang yang merangkak seperti penyu diantarkan kehadapan Mahadewa. Sedangkan untuk ikan dan binatang tanpa kaki diantarkan kepada Dewa Wisnu. Selanjutnya untuk pepohonan seperti pohon pisang dan belimbing diantarkan kepada Dewa Siwa. “Proses purwa daksina ini untuk mengantarkan rohnya kembali, hingga mungkin suatu saat nanti dapat menitis kembali menjadi mahluk yang lebih mulia.

Upacara Mepepada Tawur ini dipuput oleh Ida Pedanda Gria Jumpayah, serta dibantu oleh para serati banten dan para jero mangku sewewengkon Banjar Adat Aseman, prosesi ini berlangsung dengan lancar, di iringi juga oleh tetabuhan gamelan lelambatan oleh sekehe gong  ibu-ibu PKK Banjar Aseman.

Akhir dari prosesi Mepepada Tawur ini ditutup dengan medana punia sebagai ungkapan sujud bhakti yang tulus ikhlas kita, sebagai warga pengempon Pura Ratu Begawan Penyarikan agar Upacara yang sekian lama dipersiapkan dapat berlangsung dengan lancar, serta diberkahi kesejahteraan dan kebahagiaan di semua sisi kehidupan kita selaku warga Banjar Adat Aseman, Abiansemal.

Semua dari kegiatan prosesi Upacara Mepepada Tawur , juga menyisakan bekas-bekas sarana yang sudah tidak terpakai (sampah) sehingga kita wajib untuk ikut membantu membersihkannya,walaupun sudah ada bagian dari sei kebersihan yang menjalankan tugasnya.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat untuk semeton. Jika terdapat penjelasan  yang kurang lengkap atau kurang tepat. Mohon dikoreksi bersama. Suksma

Om Shanti Shanti Shanti Om

doc@asemanabs2017
kontributor ;
sei dokumentasi ( kt.mustika,nym gunastra,wy.gendra, nym surama)

berikut sepintas video dan gambarnya,

 

 

Iklan
%d blogger menyukai ini: