Tumpek Wayang

Saniscara Kliwon uku wayang, 29 Juli 2017, lokasi Br.Aseman, Br.Keraman,Br.Gunung Desa Adat Abiansemal.

Om Suastiastu,

Tumpek Wayang merupakan salah satu, hari raya suci umat Hindu yang dirayakan setiap 6 bulan sekali. Tumpek Wayang adalah manifestasinya Dewa Iswara yang berfungsi untuk menerangi kegelapan, memberikan pencerahan ke hidupan di dunia serta mampu membangkitkan daya seni dan keindahan.Dimana tumpek terdiri dari dua suku kata tum dan pek, tum artinya kesucianya dan pek artinya putus atau terakhir. Jadi tumpek adalah hari suci yang jatuh pada penghujung akhir Saptawara dan pancawara seperti Saniscara Kliwon Wayang disebutlah Tumpek wayang.

Berkaitan dengan upacara tersebut, maka Br.Aseman beserta Br.Keraman rutin melaksanakan kegiatan upacara tersebut.

Pukul 06.00 warga sudah berkumpul di Pura Taman Mesir,diawali dengan sembahyang bersama dipimpin oleh jero mangku, selanjutnya Pelawatan Ida Betara Ratu Mas Alit tedun untuk selanjutnya melakukan prosesi ngider desa ( lingkungan seputar br.aseman,br.keraman,dan br.gunung) bersama Pelawatan Ida Betara Ratu Mas Sakti yang berstana di Pura Desa.

Setelah selesai melaksanakan prosesi ngiter desa, Beliau kembali ke masing-masing Payogan beliau.

Tumpek Wayang juga bermakna ”hari kesenian” karena hari itu secara ritual diupacarai (kelahiran) berbagai jenis kesenian seperti wayang, barong, rangda, topeng, dan segala jenis gamelan. Aktivitas ritual tersebut sebagai bentuk rasa syukur terhadap Sang Hyang Taksu sering disimboliskan dengan upacara kesenian wayang kulit, karena ia mengandung berbagai unsur seni.

Om Shanti Shanti Shanti Om.

Sumber.diambil dr beberapa artikel di internet. Foto diambil dr adi prayoga.[https://www.facebook.com/adi.prayoga.37604303%5D


doc@asemanabs2017

Iklan
%d blogger menyukai ini: