Adining Karya Upacara Pitra Yadnya Ngasti Wedana ( Nyekah Tinembulan )

Soma Wage, Senin 13 Februari 2017 ,pukul 07.00

Om Suastiastu, semoga semua berbahagia,

img_1180

Setelah semua rangkaian prosesi dilaksanakan, maka pada hari ini merupakan  puncak dari Upacara Pitra Yadnya Ngasti Wedana ( Nyekah masal )

atau yang sekarang di sebut dengan Karya Nyekah Tinembulan ( sumber dari PHDI kab Badung).

Nyekah (atau disebut juga dengan Nyekar) adalah upacara yang bertujuan untuk memutuskan ikatan atma roh leluhur dari unsur Panca Maha Butha dan Panca Tan Matra dalam rangkaian dari upacara atma wedana dimana nama sang pitra diganti dengan nama bunga, misal sandat, cempaka, jempiring, dan sebagainya (untuk sawa wanita), sedangkan untuk sawa pria memakai nama kayu yaitu cendana, majagau, ketewel dan sebagainya.(diambil dr berbagai sumber)

Persiapan sudah dimulai dari sejak pagi, mulai dari mendak Jero Mangku, serta sampi gading, semua  warga  mengambil tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Di awali dengan sembahyang bersama di tuntun oleh Jro Mangku , dilanjutkan dengan prosesi Mapurwa Daksina.

Mepurwa Daksina adalah prosesi dimana puspa lingga (simbol dari wahana Atman para leluhur ) di tuntun oleh sampi gading ( Wahana Dewa Siwa) atau lembu putih mengelilingi atau mengitari bale peyadnyan, sebanyak tiga kali dari arah timur ke selatan, yang di dalam pengider-ider bhuwana,  disebutkan  dalam bahasa Kawi: purwa = timur, daksina = selatan jadi mapurwa daksina merupakan bagian dari ritual dengan berjalan melingkar dari arah timur ke selatan atau dari kiri ke kanan sesuai dengan arah jarum jam sebanyak tiga kali (simbol tri kona : utpti, stiti, pralina)  sambil menyanyikan kidung-kidung sebagai simbol “peningkatan status” dalam upacara-upacara Dewa Yadnya, Pitra Yadnya.

Setelah prosesi Mepurwa Daksina dilanjutkan dengan Nunas tirta ning dan Ngaskara Sekah yaitu mensucikan Puspa Lingga Sarira tersebut serta menghaturkan sesajen yadnya pada Sang Atma yang telah disucikan.

Tepat tengah malam dilaksanakan prosesi Ngeseng atau mapralina sekah  dengan membakar Puspa Lingga sebagai simbol menghilangkan Panca Tan Matra dengan tujuan agar atma dapat dengan damai menuju khayangan / swah loka, tidak lagi terikat dengan keduniawian.

Upacara Pitra Yadnya Ngasti Wedana ( Nyekah Tinembulan ) di ikuti oleh 18 puspa lingga yang semuanya berasal Br. Aseman,Abiansemal, serta dari semua rangkaian Upacara sepenuhnya di among oleh warga banjar beserta warga yang mempunyai sawa.   Upacara  ini dihadiri oleh Bapak Wakil Bupati Badung, Bpk I Ketut Suiasa serta anggota DPR Badung Bpk Ponda Wirawan, perwakilan dari PHDI Badung, Bpk Camat Abiansemal,dan  Kades Abiansemal serta Prejuru Adat lan Dinas se Desa Abiansemal yang tidak bisa kami sebutkan semua nya di sini. pada kesempatan ini Bpk Bupati yang diwakilkan menghaturkan punia sejumlah 50 juta , yang nantinya dapat dipergunakan untuk menambah pendanaan dari Upacara ini.

Selanjutnya untuk keesokan harinya akan dilaksanakan Upacara Nyegara Gunung, ke Nganyut ke segara Goa Lawah dilanjutkan ke Pura Dalem Puri Besakih.

Demikian sementara info yang bisa kami sampaikan lewat media ini semoga bermanfaat, matur suksma .

Om Shanti Shanti Shanti Om

berikut beberapa dokumentasi yang sempat diambil, dari team dokumentasi,

img_1084Jero mangku sane wenten ring wewidangan Br.Aseman

img_1073Seksi sampi gading

img_1086menunggu

img_1089

img_1091

img_1092

img_1093

img_1110

img_1113

img_1122

img_1126pecalang Br.Aseman

img_1127selfie dulu

img_1143

img_1153

img_1188

img_1191

img_1193

img_1176

img_1197

img_1200

img_1202

img_1204  img_1181

img_1185

img_1166

img_1187

img_1170

img_1208

img_1165

img_1216

img_1220

img_1223

img_1228

img_1242

img_1239

img_1250

img_1251

img_1259

img_1262

img_1267

img_1302

img_1342

img_1560

img_1564

img_1565

img_1571

 

team@dokumentasi2017

 

 

 

 

 

 

Iklan
%d blogger menyukai ini: