KeSadaran,,

Om Suastiastu, Semoga semua berbahagia.

Sebenarnya tulisan ini hanya sebuah percakapan dalam diri saya sendiri,sebuah kegalauan yang selama ini saya alami dalam menjalani kehidupan sosial di masyarakat.

 Sepenggal kata yang sejujurnya gampang diucap dalam kehidupan sehari hari, sadar ,sadar akan diri yang hanya bisa menyampaikan suasana hati di media ini,sadar akan latar belakang pendidikan,ekonomi dan kemampuan diri.  

Dengan pesatnya pembangunan disetiap tempat khususnya dilingkungan kita sendiri, dan kecanggihan teknologi serta kemampuan individual dari berbagai latar pendidikan membuat hari demi hari berlalu berlalu begitu cepat, semua aktifitas bahkan sampai buang air pun tak lepas dari medsos yang semakin membuat diri menjauh dari kehidupan sosial menjadi diri yang individual.

Arahhhh,,, buat apa pusing sendiri mikir orang lain, lebih baik kembali pada topik  bahwa kata sadar artinya merasa, tahu atau ingat, keadaan ingat akan dirinya, ingat kembali, siuman, bangun tidur, ingat, tau dan mengerti [ sumber wikipedia]

Dari pemegang kebijakan membuat program dalam pembangunan dan pada akhirnya eksekusi program dan akahirnya sukses hati pun senang dan gembira saya pun senang dan semangat melihat hasilnya ,,, karena kenapa? Ya jelas kita gak perlu susah susah keluar dana banyak jadi kita bisa fokus untuk meningkatkan ekonomi kita sendiri.

Kembali ke SADAR bukan nyoman sadar dauh bale banjar hehehe,,

Mari kita lihat lingkungan kita,Gedung Balai Banjar yang sebentar lagi akan rampung ,rumah rumah hampir sebagian besar sudah lumayan, tapi kenapa setiap waktu masi saja ada warga yang masi terserang DB, bukan otot besar tatoan rajin fitnes setiap hari makan enak di restoran, tapi hanya seekor nyamuk kecil yang ujung nya membuat kita bertamu bahkan menginap di rumah sakit, saya rasa bukan foging yang mampu menyelesaikam masalah dan bukan juga petugas jumantik yang secara berkala melakukan pengecekan, tapi kembali ke kesadaran kita didalam rumah tangga.

Coba lihat sampah di kali ,masi berserakan di seputaran sawah latu, itu datang nya dari mana? Ya datang dari hulu ke hilir,,, hulunya dimana ??? 

Trus apa hubungan nya dengan warga kita lingkungan kita dan perilaku kita sehari2 dan penyakit DB yang merebak setiap musim hujan.

Kenapa anda masi baca tulisan ini, saya saja sudah hilang ide untuk melanjutkannya, coba mulai dari hal yang sederhana yang bisa dilakukan ,pisahkan sampah plastik dan sampah basah dan botol yang kiranya nanti bisa menyebabkan nyamuk berkembang biak, kiranya mubasir klo saya tulis lagi disini, sebab media televisi sudah sering menampilkan nya, cuma kita aja yang gak peduli bahkan terlalu acuh .Hal inilah  yang  sempat menyebabkan saya sempat menginap di RS.

Mari mulai saat ini sadarkan diri akan kebersihan lingkungan sekitar,jangan buang sampah ke kali kasihan pak petani disawah, menerima sampah kiriman setiap hari, bukannya panen padi tapi malah panen sampah,,, ini kenyataan yang saya lihat sendiri,, siapa peduli ??? Ya kita sendiri harus sadar dan mikir bagaimana caranya biar bapak petani kita tidak panen sampah. 

Yuk mulai dari diri sendiri saja dulu , astungkara ada yang mengikuti selanjutnya, ,,!!

Om Shanti Shanti Shanti Om

                                              

Iklan
%d blogger menyukai ini: