Nyekah Massal ( Ngeseng Puspa Lingga )

image

Om Swastyastu, dumugi kenak rahajeng sareng sinamian.
Terkait dengan rangkaian Upacara Nyekah Massal, dilanjutkan dengan prosesi upacara Ngeseng Puspa Lingga yang sebelumnya sudah dilakukan prosesi
Muspa, yakni upacāra persembahyangan yang didahului pemujaan kepada Sang Hyang Surya sebagai saksi agung alam semesta, kemudian kepada para dewata dan leluhur, serta sembah untuk pelepasan roh (Ātma) dari ikatan Suksma Śarīra yang diikuti oleh Sang Yajamana dan seluruh keluarga besarnya.

Selanjut nya yaitu Pralina, yakni upacāra tahap akhir dilakukan oleh pandita (Sulinggih) sebagai simbol pelepasan Ātma dari ikatan Suksma Śarīra.

Dilanjutkan dengan prosesi Ngeseng Puṣpalingga, yakni membakar puṣpaśarīra (wujud roh) di atas dulang dari tanah liat atau dulang perak, dengan sarana sepit, panguyegan, balai gading dan lain-lain, dengan api pembakaran yang diberikan oleh pandita pemimpin upacāra. Upacāra ini sangat baik dilakukan pada dini hari, saat dunia dan segala isinya dalam suasana hening guna mengkondisikan pelepasan Ātma dari keduniawian.

Selesai upacāra Ngeseng, maka arang/abu dari puṣpaśarīra dimasukkan ke dalam degan (kelungah) kelapa gading, dibungkus kain putih dan dihias dengan bunga harum selanjutnya disthanakan di dalam bukur, di atas padma anglayang atau di dalam bokor perak, diikuti dengan persembahyangan oleh keluarga.

Nganyut Sekah ke Segara. Upacāra ini merupakan tahap terakhir dari upacāra Mamukur, dapat dilakukan langsung selesai upacāra Ngeseng atau keesokan pagi harinya, juga disebut upacāra Ngirim.

Demikian informasi yang bisa disampaikan, mohon maaf bila ada kesalahan mohon dikoreksi.
Terimakasih kepada an: ac fb gungraidarmakahuripan atas dokumuntasinya.

Om Santhi Santhi Santhi Om

image

image

image

image

%d bloggers like this: