Nyekah Massal ( Puncak Karya )

Om Swastyastu,
Domugi Rahayu sareng sinamian
Rahina, Buda umanis uku dukut pinanggal 24 september 2014 jam 9.00 pagi.
Dalam semerbak harum dupa dan merdunya senandung kidung dengan diiringi gamelan angklung menghantarkan suasana yang penuh haru dan kidmat dalam kesakralan mengawali Upacara Nyekah Massal pagi ini, antusias krama banjar aseman begitu tinggi dalam mengikuti upacara ini.
Upacara Nyekah ini diikuti oleh 10 puspa yang sebagian besar dari krama banjar aseman, dan 1 dari semeton desa sedang.
Upacara ini sekaligus sebagai wujud nyata dari kerukunan dan sikap gotong royong dari krama adat br.aseman,abiansemal yang masih lekat.

Diawali dengan prosesi Mapurwadaksina, yakni prosesi (mapeed) bagi puṣpaśarīra (yang dipangku atau dijunjung oleh anak cucu keturunannya, mengelilingi panggung Payajñan sebanyak 3 kali (dari arah Selatan ke arah Timur) mengikuti jejak lembu putih (sapi gading), yang dituntun oleh gembalanya, di atas hamparan kain putih, dilakukan secara khusuk , diiringi gamelan serta kidung, kakawin, pembacaan parwa .

Setelah prosesi mepurwadaksina selesai dilanjutkan dengan prosesi Angamet Toya Hening. Rangkaian upacāra ini dilakukan berupa prosesi (mapeed) mengambil air jernih (toya hening) sebagai bahan utama air suci (Tirtha) bagi pandita atau dwijati yang akan memimpin upacāra yajña tersebut. Toya hening tersebut ditempatkan di bale Pamujan (Pawedan) di depan panggung Payajñan.
Demikian sementara infomasi yang bisa disampaikan di dimedia ini, dumogi memargi antar labde karya.

Om Santhi Santhi Santhi Om
Sekilas dalam gambar ;
image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

%d bloggers like this: