KARYA MELASPAS TAPAKAN “IDA RATU MAS ALIT” PURA TAMAN MESIR

OM Swastiastu,

Sabtu, 29 September 2012 , Saniscara Umanis sasih kapat,

Suatu hari yang bersejarah bagi warga Br.Aseman,Abiansemal. karena pada hari tersebut merupakan hari saat Ida Betara Tapakan Ratu Mas Alit dilaksanakan upacara pemelaspasan,karena sebelumnya Beliau telah di odak/diperbaiki, hingga pada saat hari tersebut merupakan hari baik untuk dilaksanakan upacara pemlaspasan.

Sehari setelah upacara mlaspas lalu dilanjutkan dengan prosesi melasti ke segara seseh, antusias warga begitu besar saat mengikuti upacara melasti tersebut, yang seblumnya sejak pagi telah dipersiapkan segala sarana dan  prasarana,sedianya brangkat pagi-pagi tapi karena ada satu dan lain hal, maka akhirnya baru bisa berangkat sekitar jam 1.00 sore, dengan cuaca panas yang begitu menyengat tidak mengurangi semangat warga untuk ngayah.

Selanjutnya setelah upacara melasti, saat malam hari, Ida Ratu Mas Alit melakukan prosesi napak pertiwi/melakukan sesolahan, ada sesuatu yang menarik dari sebelumnya bawasannya saat acara tersebut lakon-lakon, yang dibawakan oleh para pengayah, seperti pekak putri, IB Manuaba, Dewa Biang, Gst Biang Guru, Pak Elah, Pak Bella, Pekak Nonik dll nya. yang menarik nyanyian kecak yang dibawakan oleh Pekak Putri yang sambut antusias oleh penabuh hingga membuat penonton sekaligus warga tertawa dan menikmati .

Ke sokan harinya dilanjutkan dengan Upacara Nyegara Gunung ke Pura Taman Mumbul dan Pura Bukit Sari Sangeh, Upacara berlangsung lancar tidak ada kendala. Upacara dipuput oleh Ida Pedanda Istri Gria Agungkemarinnya Nyegara gunung

Sehari setelah Nyegara Gunung dilanjutkan dengan Upacara Ngunya ke Pura Kahyangan Tiga, yaitu ke Pura Dalem Gede, selanjutnya ke Pura Desa lan Puseh dan akhirnya BELIAU mesanekan dan berhubung ada Pujawali Ida Betara di Pura Desa, merupakan hari yang sangat bagus, karena warga bisa sekalian pedek tangkil pada hari tersebut.

Pada saat hari yang sama yaitu tepat pukul 12.00 malam diadakan upacara Yasa Kerthi, yaitu Pasupati Ida Ratu Mas Alit oleh Ida Betara di Dalem Desa. Suasana begitu khusyuk, karena semua lampu penerangan dipadamkan, hingga setengah jam berlalu baru lampu dinyalakan kembali. Dan ke esokan harinya BELIAU lalu kembali ke Payogan di Pura Taman Mesir.

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan disini, Klungkung Semarapura Kirang langkung titiang nunas ampura, mungkin ada info yang kurang lengkap ataupun salah dalam penulisan mohon maaf dan mohon dikoreksi.

Sedikit Info berupa foto dan video yang bisa disimak …..silahkan !! Suksma

salam damai selalu

OM Santhi Santhi Santhi OM

check out this video :

*

%d bloggers like this: