Kembali berduka

ilustrasiEmpat hari yang lalu, Warga Banjar Aseman telah kehilangan seorang warga, yang telah meninggalkan dunia ini menghadap pada  Ida Hyang Widi yaitu Me Tut sig yang sehari hari dipanggil oleh warga.

Berhubung akan diadakannya Karya Agung di Pura Panti Penataran Agung, maka jasadnya sementara dikubur atau mekingsan sebelum nantinya mencari hari baik setelah Upacara di Pura selesai.

Belum hilang rasa duka warga, tadi malam sekitar pukul 08.00 kembali salah seorang warga meninggal yaitu Pekak Nanda, yang sekaligus orang tua dari Pak Kelian Dinas Br.Aseman, Pak Kadek Nada Sariada.

Sebelum tulisan ini di muat, tadi pagi sekitar jam 7 , warga sudah pada  datang kerumah duka untuk mempersiapkan segala sarana dan prasarana untuk upacara megulung /melelet dan selanjutnya upacara mekingsan.

Kita berharap, semoga warga banjar semua selalu diberikan kesehatan dan pikiran yang jernih oleh Ida Hyang Widi, dalam menatap kedepan,serta selalu menjaga kerukunan dan sikap gotong royong yang selama ini diwariskan oleh nenek moyang kita, sehingga apapun berat permasalahan yang dihadapi dapat kita selesaikan dengan baik, tanpa mementingkan, kepentingan pribadi dan golongan.

Senyum warga, serta sikap gotong royong dilandasi tulus ikhlas merupakan ciri masyarakat yang cinta damai. Suksma

oleh : nym gunastra

%d bloggers like this: