Ngaben

Ngaben adalah upacara pembakaran mayat atau kremasi umat Hindu di Bali, Indonesia. Acara Ngaben merupakan suatu ritual yang dilaksanakan guna mengirim jenasah kepada kehidupan mendatang. Jenasah diletakkan selayaknya sedang tidur, dan keluarga yang ditinggalkan akan senantiasa beranggapan demikian (tertidur). Tidak ada airmata, karena jenasah secara sementara waktu tidak ada dan akan menjalani reinkarnasa atau menemukan pengistirahatan terakhir di Moksha (bebas dari roda kematian dan reinkarnasi).
Hari yang sesuai untuk acara ini selalu didiskusikan dengan orang yang paham. Pada hari ini, tubuh jenasah diletakkan di dalam peti-mati. Peti-mati ini diletakkan di suatu wadah yang menyerupai Lembu atau dalam Wadah berbentuk vihara yang terbuat dari kayu dan kertas. Bentuk lembu atau vihara dibawa ke tempat kremasi melalui suatu prosesi. Prosesi ini tidak berjalan pada satu jalan lurus. Hal ini guna mengacaukan roh jahat dan menjauhkannya dari jenasah.
Puncak acara Ngaben adalah pembakaran keluruhan struktur (Lembu atau vihara yang terbuat dari kayu dan kertas), berserta dengan jenasah. Api dibutuhkan untuk membebaskan roh dari tubuh dan memudahkan reinkarnasi. (source; wikipedia.id)
4 hari yang lalu kami warga aseman kembali berduka setelah seorang warga kembali wafat, yaitu kak egler panggilan dari bape baud, setelah kira” 9hari yang lalu 12 harinya kepergian pekak mangku dalem.
Kami selaku warga merasa agak sedikit heran “kenapa ya baru kemarin berduka,kembali kami berduka lagi” mungkin ini semua merupakan kehendak BELIAU yang diatas.
Berhubung ada odalan di pura dalem desa dan hari raya Kuningan, selaku kerabat ikut berduka dan merasa kehilangan sementara perayaan hari raya kuningan tidak seperti sebelumnya
Hari ini adalah hari dilaksanakannya “pegulungan/melelet” jenasah yang akan di aben 2 hari lagi tepatnya hari selasa.
Demikian info untuk hari ini semoga warga selalu tetap semangat dalam menjaga sikap kegotoroyongan kita semua, suksma
Salam damai selalu

20110717-073125.jpg

%d bloggers like this: